Skip to main content

#SaveLawu 2 Hari Menjadi Kantong Sampah 19-20 Agustus 2014

Bukan sesuatu yang aneh, jika di beberapa gunung di Indonesia sering ditemukan timbunan sampah. Ini menjadi salah satu masalah yang muncul dari meningkatnya minat hobi berkegiatan di alam bebas, terutama mendaki gunung. Jika kamu mulai menyukai kegiatan ini, mungkin kamu sering menghadapi masalah sampah yang timbul dari barang bawaanmu. Beberapa sampah yang sering dijumpai di gunung adalah bungkus dari makanan kemasan, botol minuman, kaleng gas bekas, hingga sisa makanan yang tidak habis kemudian ditinggalkan hingga membusuk begitu saja. Ironis ya… di satu sisi, pendaki tengah menikmati keindahan yang telah alam berikan. Namun dia juga yang merusak keindahan alam tersebut secara tidak bertanggung jawab. Tidak ingin menjadi pendaki tak bertanggung jawab kan? Maka dari itu, mulai sekarang lebih care dengan alam ya. 

 

Kurangi membawa makanan kemasan. Kurangi mengonsumsi makanan kemasan yang berpotensi menimbulkan sampah. Sampah-sampah yang berada di gunung biasanya berasal dari makanan kemasan yang dibawa pendaki. Untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan, sebaiknya kamu membawa makanan kemasan secukupnya. Kamu juga bisa membeli makanan kemasan yang ukurannya jumbo agar bungkus makanan yang dihasilkan tidak terlalu banyak.

Sediakan trash bag atau kantong sampah untuk wadah sampah. Kamu pasti malas untuk memasukan sampah-sampah bawaan ke dalam tas. Untuk mengatasinya, bawalah kantong sampah yang ukurannya besar. Sehingga sampah tidak akan tercampur dengan barang bawaan kamu lainnya yang ada di dalam tas. 

Pisahkan antara sampah organik dan nonorganik. Memisahkan sampah organik dan nonorganik akan sedikit meringankan beban sampah yang harus diangkut. Kamu tidak perlu memasukan sampah organik ke dalam kantong sampah. Sampah organik dapat dikubur di dalam tanah agar pembusukannya terjadi di dalam tanah. Tetapi sebelumnya pastikan tidak ada sampah nonorganik seperti plastik tercampur dengan sampah organik. Ingat, jangan membuang sampah organik tersebut di sungai atau mata air.

Bawa kembali sampah yang dihasilkan. Sampah-sampah dari sisa bungkus makanan, kaleng gas bekas, batu baterai yang sudah habis, harus dibawa turun kembali setelah mendaki. Kondisi fisik yang sudah lelah ketika mendaki, menjadi salah satu faktor yang membuat beberapa pendaki malas membawa turun kembali sampah tersebut. Agar tidak terlalu lelah, kamu bisa memikul kantong sampah secara bergantian dengan teman-teman, jika kamu melakukan perjalanan dengan rombongan.

Ketika melakukan pendakian, ada sebuah istilah yang sering dikenal sebagai zero waste, yang berarti pendaki tidak boleh meninggalkan apapun di gunung. Jika kita bisa bertanggung jawab atas sampah yang kita hasilkan, tentu saja kita juga sudah bertanggung jawab atas kelestarian alam.

Sebagai bentuk kepedulian kamu terhadap lingkungan, silahkan join di acara "Save Lawu, 2 Hari Menjadi Kantong Sampah" pada 19-20 Agustus 2014. More info, hubungi sdr. R Patmo Suwondo 0857 4607 7662.

Comments